Hormon Wanita

KetidakSeimbangan Hormon Wanita ‘Penyebab dan Gejalanya’

Hormon wanita seringkali naik turun karena berada pada masa menopause. Akan tetapi, ini bukan menjadi satu-satunya alasan utama. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan naik turunnya hormon wanita, yaitu:

a. Usia

Usia seringkali menjadi penyebab hormon menjadi tidak stabil, apalagi pada masa menopause.

b. Siklus menstruasi

Pada masa ini wanita harus mengeluarkan darah sehingga menyebabkan ketidakstabilan hormon.

c. Genetik

Sebagian wanita dilahirkan secara genetik yang cenderung mengalami ketidakstabilan hormon. Hal ini bisa dikontrol dengan menjaga pola hidup yang sehat seperti tidur yang konsisten, olahraga, serta pola makan yang teratur.

d. Faktor lain

Selain faktor-faktor di atas, ketidakseimbangan hormon juga dapat disebabkan oleh diabetes, masalah tiroid, obat-obatan pil KB, dan kehamilan.

Ketidakseimbangan hormon ini dapat dihindari dengan menganalisa gejala-gejalanya. Beberapa gejala yang muncul saat hormon tidak seimbang, antara lain:

a. Perubahan suasana hati yang ekstrim

b. Sering merasa cemas

c. Kehilangan nafsu makan

d. Insomnia dan kurang konsentrasi

e. Berkurangnya gairah bercinta

f. Meningkatnya jumlah keringat pada malam hari

Setelah mengetahui gejala ketidakstabilan hormon yang terjadi, maka kita dapat melakukan tindakan untuk mengatasinya. Cara penanganan pun bergantung pada tingkat ketidakseimbangan hormon. Gejala yang timbul akibat ketidakstabilan hormon yang ringan mungkin tidak memerlukan pengobatan. Akan tetapi, para dokter lebih menganjurkan pola hidup sehat untuk menjaga keseimbangan hormon daripada mengonsumsi obat-obatan. Hal ini dapat dimulai dengan berolahraga, diet sehat, serta makan dan tidur secara teratur untuk menjaga senyawa kimia dalam tubuh.

Pada zaman dahulu, para wanita yang berada pada masa menopause akan mendapatkan Hormon Pengganti (Hormone Replacement Therapy atau HRT). Akan tetapi, hormon ini menjadi mode pada zaman sekarang. Saat ini, terapi hormon ini dapat diberikan juga kepada wanita yang belum mengalami menopause yang merasa sudah mulai kendur di sana sini. HRT ini akan menghilangkan keluhan pada wanita menopause yang suka uring-uringan, mengalami gangguan tidur, vagina terasa kering, berkeringat di malam hari, dan merasa panas di wajah. Terapi ini dilakukan dengan memberikan tambahan hormon estrogen dan progesteron pada wanita.

Selain itu, terapi ini mulai dikembangkan dengan munculnya Testosteren Replacement Therapy atau  ‘TRT’ yaitu tambahan hormon testosteren. Seiring dengan menurunnya hormon wanita, jumlah hormon laki-laki yang terdapat dalam tubuh wanita juga menurun. Fungsi hormon tersebut adalah untuk tulang, kulit tebal, lembab dan kencang, serta dorongan seks. ‘TRT’ ini diberikan pada wanita yang indung telurnya sudah diangkat untuk memicu gairah seksualnya yang berkurang. Selain itu, pemberian cream testosteren  (transdermal testosteren treatment) juga dapat memicu gairah seks wanita yang mulai menurun. Terapi ini juga memiliki efek samping yaitu meningkatkan resiko terkena penyakit jantung, depresi, emosi labil, gangguan hari, dan gangguan haid.

Baca Juga:

Hubungi Kami

Untuk Pemesanan Dan Konsultasi Produk

Bpk Lerry

0818 0302 5713

PIN BBM: 73E75FD4

(Jam 11.00-22.00 WIB)

Bpk. Raharjo Oetomo

0817 0378 1988

(Jam 08.00 - 18.00 WIB)

Pesan Sekarang Juga !!